Trilogi Lomba Isro Miroj Mupalas, dari Adzan, Sholat dan Kultum
Kamis pagi (16/2/2023) bertempat di masjid Al Ittihaad, komplek Perguruan Muhammadiyah Tandes Surabaya. SMP Muhammadiyah 14 Surabaya (Mupalas) mengadakan rangkaian lomba dalam memperingati Isro' Mi'roj 1444 H.
"Ada banyak hal dalam peristiwa Isro miroj, salah satunya tentang sholat. Maka dalam peringatan tahun ini di Mupalas dilombakan trilogi; Sholat, Adzan dan Kultum," Hanif Azhar, S.Pd., selaku kepala SMP Muhammadiyah 14 Surabaya.
Hari itu lomba diawali dengan lomba kultum yang diikuti perwakilan seluruh kelas. Tercatat ada 40 peserta lomba kultum yang siap berceramah di hadapan seluruh siswa dan guru sekitar 358 orang.
"Bangga dan grogi banget, kayak dilihatin terus banyak orang, jadi ya perasaannya nggak enak takut salah. Takut ini, itu nanti takut ngecewain anak kelas saya," aku Alicia Saluna Albaits peserta lomba kultum perwakilan kelas 7A.
Bagi luna, demi lomba tersebut ia telah mempersiapkan diri dengan menulis materi kultum dari tanggal 9 Februari 2023 dan menghafalkannya sampai 2 hari 2 malam.
Menurut pengakuan juri lomba kultum, Mamik Rahayu S.Pd, semuanya berjalan dengan lancar dan kompak setiap kelas mendelegasikan 2 peserta semuanya hadir tepat waktu dan panjang durasi sesuai.
"Kriteria penilaian kami, pertama, dilihat pada konten atau materinya yang dibawakan, kutipan ayat Al Qur'an dan Hadist-nya, lalu gesturnya bagaimana? Kedua, pola interaksinya? Ketiga, nada atau intonasi suaranya," terang Mamik Rahayu selaku juri lomba Kultum.
Kesimpulan juri Kultum penampilan semua peserta sangat bagus dan pede. Namun kebanyakan siswa belum bisa mengatur jarak bibir dengan mic sehingga mempengaruhi intonasinya.
Lomba Adzan
Beda dengan lomba Kultum. Lomba Adzan aspek penilaiannya lebih simpel. Namun hanya 4 peserta yang dianggap layak.
Menurut Deri Rachmat Rizqi, S.Pd, juri lomba Adzan Mupalas, Alhamdulillah semuanya bagus-bagus, tidak ada yang jelek semuanya. Tapi ada yang lebih menonjol dari seluruh peserta tadi. yakni ada 4 siswa yang memenuhi target dan masuk dalam kriteria.
"Kriteria dan penilaian lomba adzan kali ini dari segi bacaannya, terus lafalnya; cengkoknya, iramanya sama nafasnya. panjang apa tidaknya," terang guru olahraga Mupalas ini.
Divo Ramadhan Susanto, peserta lomba adzan, mengaku bersungguh-sungguh supaya bisa memenangkan kejuaraan lomba adzan ini
"Saat lomba adzan aku waktu tampil seperti biasanya. Tidak tegang dan tidak ragu tetap lantang mengumandangkan seruan sholat," ungkap peserta perwakilan kelas 7A ini.
Lomba Sholat Berjamaah
Usai lomba adzan, berlanjut lomba sholat berjamaah antar kelas diikuti minimal 5 siswa. 1 imam, 4 makmum.
Seperti pengakuan salah satu peserta lomba shalat berjamaah, Salsabila Aura, ia dan teman-teman berusaha menghafalkan dan saling mengkoreksi bacaan agar saat lomba kami dapat memberi penampilan yang maksimal.
"Kami sempat gugup saat melaksanakan sholat jama'ah di depan juri. Walaupun gugup, kami berusaha untuk tenang agar semua berjalan lancar. Lomba ini sungguh luar biasa memberi pelajaran bagi kami agar dalam menjalankan sholat sesuai tuntunan yang benar," pungkas siswi kelas 8C ini.
Tim liputan:
E. Nuruzzahwa El-fatihah :7A
Jasmine Aida putri Sulistio: 8C
Alicia saluna albaits: 7A
Sylvia Ramadhany: 7A
Pambayun syah malya: 7C






